Skip to main content

meteor-sang asteroid kecil (puisi sains)



Hi Bumi!
aku tahu, aku terjebak dalam medan gravitasimu
ku harap ini tak pernah terjadi padaku
karena medan gravitasimu 
telah saling tarik menarik dengan Bulan
Aku tahu aku hanya serpihan kecil asteroid
yang berada di sabuk utama,
 dan tak semestinya masuk dalam medan gravitasimu 
Saat aku semakin mendekat
Aku akan hancur oleh atmosfermu
Ku harap aku memiliki kecepatan lepas sebesar 40.320 km/jam
agar ku mampu lepas dari gravitasimu
tapi sialnya aku tak punya energi  
untuk menghasilkan kecepatan lepas semacam itu
Aku ingin pergi menjauh darimu.
Meski ku akui kini aku sudah terlambat
aku hancur
terbakar
mungkin kau sadari indahku
kala ku menjadi meteor 
pergi dan hilang dalam cahaya 
mungkin juga tidak 
karena aku hanya asteroid kecil



Note:
Terinspirasi dari puisi di mading SMA sama puisi-puisi di buku Chemistry Obviously Outstanding (CO2) di perpus SMA. Keren aja kesannya, pusisnya sangat berfaedah :D materi pelajarannya jadi berkesan, dan insyaAllah jadi ingatan jangka panjang. 
Terlepas dari istilah bucin zaman now. Hey apa salahnya berekspresi? mungkin tak pernah ada karya-karya romantis dari Kahlil Gibran atau Rumi, jika hanya karena takut dibilang bucin. 
Lagipula sains memang romantis, contohnya pengorbanan anoda di kimia, bahkan kadang  malah seperti drama contohnya enzim dan substrat, lengkap dengan inhibitornya di biologi :D 

Comments

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...